Arsip untuk ‘Umum’ Kategori

Meniru = Kreatif

Ya, meniru itu kreatif, meniru itu adalah seni, setidaknya bagiku. Kayaknya gak ada tu namanya hasil kreatif dari ide yang benar-benar murni. Jadi gak salah juga kalo kita meniru, dan jangan malu untuk meniru, apalagi dalam hal yang baik-baik.

Pada dasarnya kita juga diciptakan salah satunya untuk meniru, dan diberi fasilitas untuk itu. Ya tiap saat mata kita melihat, telinga kita mendengar, hidung kita membau (agak aneh kata-katanya ya?), dan indera-indera kita yang lain selalu beraktifitas dan berinteraksi dengan semua hal disekitar kita. Di sini indera-indera kita akan mengumpulkan data dan dikirimkan dan diproses dalam otak kita, salah satunya jadi ide kreatif. Ketemu kejadian gak terduga, trus kita tiba-tiba dapat ide, ya sah-sah saja.

Pesawat aja dibikin karena manusia pengen bisa terbang juga, Mobil-mobil canggih yang ada sekarang juga pada awalnya meniru dari mobil-mobil jadul jaman dulu. Motor satu dengan yang laennya desainnya sebagian ada yang mirip juga oke-oke saja, ya kalo gak pengen ditiru ya jangan dikasih liat sama orang laen. Simpen rapet-rapet sendiri, kunci gembok tujuh, ato gak usah bikin sama sekali.

Jadi kalo ada yang mengaku idenya dijiplak, ya gak bisa nyalahin. Selama ide dia belum jadi produk, ada bentuk jadinya, ya salah sendiri. Kecuali kalo udah meniru plek-plek, maksudnya 100% sama persis, ya itu namanya memalsukan produk, itu namanya kejahatan, bukan meniru untuk kreatif. Nah kalo yang ini gak masuk dalam kategori meniru tapi memalsu ato menduplikasi. Ya kalo bikin palsu, dimana letak kreatifnya? cuman memperbanyak doang, gak ada proses kreatifnya, ini namanya membohongi.

Berarti proses kreatif itu salah satunya adalah meniru, menyerap ide orang laen, bisa melalui tulisan, tingkah laku dia, omongannya, ato dari apa yang dia ciptakan. Kemudian kita olah, kita tambahi, dikurangi, disesuaikan dengan kebutuhan, ada juga yang diubah dan dibuang, sehingga jadilah ide kita, ide kreatif.

Rusak Bungkus Kemasan Sebelum Dibuang

Belakangan, kalo ngeliat berita dimedia massa kayak tv sama koran, agak ngeri juga mbaca mengenai pemalsuan produk. Yang dipalsu juga gak tanggung-tanggung, dari yang namanya cuman perawatan badan sampe makanan yang masuk ke dalam tubuh. Wah ini seh keterlaluan, yang gini ini bikin celaka orang.

Jangan kira, produk yang anda beli ternyata adalah produk palsu. Kemasan itu bukan jaminan, karena orang yang memalsu juga tahu bagaimana membungkus produknya semirip aslinya, ya kalo disandingkan dengan aslinya apalagi pas mata lagi gak awas, ya gak kliatan perbedaannya.

Kalo menurut media, aku pernah liat bagaimana seseorang membuat produk palsu langkah demi langkah. Kalau yang diliatin disitu seh bikin sampo (kalo gak salah inget loh), dari yang namamnya orang tersebut membeli bahan-bahannya. Hmm.. ternyata memang mudah untuk membeli bahan-bahan tersebut, karena dijual bebas, ya kayak ditoko-toko yang jual bahan kimia gituan (kok bisa yah). Terus kemudian dia meramu semua bahan tersebut, dengan takarannya sendiri (kayaknya ngawur deh), dan membungkusnya. Dia mendapatkan bungkus asli produk dari pemulung, yang mengumpulkan bungkus kemasan asli tersebut dari tempat sampah kita. Setelah selesai dia bungkus dan segel (canggih yah, walopun alatnya seadanya), produk tersebut mulai dipasarkan (tentu dengan harga yang lebih murah dari barang aslinya). Baca selebihnya »

BBM (Benar-Benar Macet)

Kebiasaan, kalo bensin mo abis biasanya aku beli sepulang dari kerja, ya sekitar jam 8-9 malem gitu. Biasanya jam-jam segitu relatif kosong dan gak terlalu penuh, jadi lebih sante dan ngantrinya gak panjang, pokoke relatif cepet deh. Namun belakangan, tiapa aku ngantri bbm di spbu, kok relatif ramai. Awal-awalnya seh aku kira kbetulan aja, mungkin banyak orang yang bbmnya habis dalam waktu yang bersamaan (masak seh, gak mungkin deh kayaknya). Tapi, smakin kesini kok jadi smakin penuh aja, heran aku.

Seperti kejadian sekitar 2-3 kmaren, waktu pulang kerja aku langsung belok, mampir ke spbu, soale sibiru sudah keausan. Niatnya seh mampir doang, gak lama, jadi bisa cepet nyampe ke rumah, eee… dilalah, jadi lama banget. Sbenarnya waktu aku dateng antrinya gak terlalu panjang, cuman ada 3 ato 4 motor didepanku, o ya antrinya 2 baris yaa. Tapi karena sipetugas yang satunya ada perlu, nggloyor kamana aku juga gak tau, tinggal satu petugas doang yang ngalayanin. Karena harus nglayanin 2 baris, jadinya agak lama deh, balik sana en balik sini, belum lagi yang pake uang gede, kan harus ngasih kembalian juga. Baca selebihnya »

Hukum Mati Koruptor !

Efek perbuatan korupsi itu mengerikan. Membawa negara ke gerbang kehancuran. Maka, koruptor pantas dibikin kapok. Caranya: dihukum mati. Bahkan, Presiden SBY pun sudah membuka pintu bagi kemungkinan itu.

Lewat juru bicara kepresidenan Andi Malarangeng, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa pemerintah tidak menutup kemungkinan dijatuhkannya hukuman mati terhadap para koruptor.

Andi mengatakan, peluang ke arah itu terbuka lebar setelah dilakukan perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dinyatakan Undang-Undang Nomor 20/2001.

Pasal 2 ayat 2 di undang-undang itu menyebutkan: Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan. Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.